
Jakarta, 15 Juli 2025 – Industri perfilman Indonesia kembali menggeliat dengan kehadiran film drama keluarga emosional bertajuk “Langit Kedua”, yang mencatatkan rekor spektakuler sebagai film Indonesia tercepat mencapai 7 juta penonton, hanya dalam 10 hari penayangan. Film yang dibintangi oleh aktor papan atas Reza Rahadian, Putri Marino, dan aktris cilik pendatang baru Amara Shakila, ini berhasil memikat hati penonton lintas generasi.
Kisah Penuh Haru yang Menggugah Nurani
“Langit Kedua” disutradarai oleh Mouly Surya, dan mengangkat cerita keluarga sederhana dari daerah pegunungan Garut, Jawa Barat, yang menghadapi tekanan hidup, kemiskinan, dan keterbatasan akses pendidikan. Cerita berfokus pada Yusuf, seorang ayah tunanetra (diperankan Reza Rahadian), yang berjuang membesarkan anak perempuannya, Laras (Amara Shakila), yang memiliki impian menjadi astronot.
Cerita film terinspirasi dari kisah nyata yang viral di media sosial pada 2023 tentang anak petani miskin yang berhasil meraih beasiswa ke luar negeri. Naskah yang ditulis oleh Gina S. Noer ini menghadirkan dialog kuat, narasi emosional, dan sinematografi indah dari pegunungan dan langit malam yang memperkuat nuansa film.
Prestasi dan Rekor Box Office
Dalam waktu 10 hari, film ini telah mencapai 7.036.800 penonton, mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh film “KKN di Desa Penari 2022” yang butuh 12 hari untuk angka serupa. Dalam rilis resmi, rumah produksi Visinema Pictures mengumumkan bahwa film tersebut juga telah dirilis di beberapa festival film internasional seperti Busan International Film Festival (BIFF) dan Tokyo International Film Festival (TIFF) dan mendapat standing ovation.
Menurut data dari Filmindonesia.or.id, “Langit Kedua” kini menempati posisi ke-3 film Indonesia terlaris sepanjang masa, hanya selisih 800 ribu dari posisi pertama.
Reaksi Penonton dan Sosial Media
Jagat media sosial dipenuhi pujian terhadap akting luar biasa Reza Rahadian dan debut memukau Amara Shakila. Banyak netizen mengaku menangis sepanjang film karena cerita yang menyentuh, dan berbagai video reaksi penonton viral di TikTok dan Instagram.
Komentar-komentar seperti:
“Film ini bukan hanya menghibur, tapi menyentuh jiwa. Saya pulang dari bioskop dengan hati yang lebih hangat,” – tulis akun @rindadwi
“Gak nyangka bisa nangis selama 2 jam penuh. Ini masterpiece lokal!” – @filmnesia_id
Di platform TikTok, tagar #LangitKeduaMovie telah mencapai 42 juta tayangan hanya dalam sepekan.
Unsur Produksi yang Mendalam
Mouly Surya, dalam wawancaranya bersama MetroTV, menyebut film ini sebagai proyek terpenting dalam kariernya:
“Saya ingin bercerita tentang pengorbanan yang tidak terlihat, cinta yang tidak diucap, dan harapan yang tidak pernah padam – itulah ‘Langit Kedua’.”
Sinematografi film yang digarap oleh Iqbal Lubis menonjolkan elemen visual yang sangat simbolik, seperti langit malam yang menggambarkan harapan dan mimpi Laras, serta keheningan rumah sederhana Yusuf yang menjadi tempat lahir kekuatan kasih sayang.
Dukungan Industri dan Pemerintah
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, memberikan apresiasi atas pencapaian film ini. Dalam unggahannya di Instagram, ia menyebut “Langit Kedua” sebagai bukti bahwa konten lokal berkualitas tinggi bisa bersaing secara global.
“Film ini membuktikan bahwa budaya, kemanusiaan, dan nilai-nilai Indonesia bisa menyentuh dunia. Saya bangga!” tulisnya.
Selain itu, film ini juga menggandeng program literasi digital dan pendidikan keluarga dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, untuk mempromosikan semangat belajar dan nilai keluarga lewat media film.
Masa Depan dan Perluasan Distribusi
Setelah sukses di Indonesia, “Langit Kedua” dijadwalkan akan tayang di 12 negara Asia Tenggara mulai Agustus 2025. Netflix juga telah mengumumkan hak tayang global eksklusif mulai Desember 2025, dengan dubbing dalam 7 bahasa.
Film ini menjadi langkah besar dalam kampanye globalisasi film Indonesia dan membuka jalan untuk aktor dan sineas lokal mendapatkan panggung internasional yang lebih luas.
Penutup: Harapan dari Langit Kedua
Di saat banyak film lebih fokus pada aksi dan horor, “Langit Kedua” hadir sebagai penyejuk yang mengingatkan kita tentang kekuatan cinta keluarga, pengorbanan, dan mimpi. Film ini tak hanya menduduki box office, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan yang terdalam.
Dengan pencapaian luar biasa ini, publik kini menunggu-nunggu langkah berikutnya dari sineas Indonesia. “Langit Kedua” telah membuka jalan – semoga langit ketiga dan keempat segera menyusul.