Jakarta, 5 Mei 2026 – Sebuah menu program MBG di salah satu sekolah di Pekalongan menjadi perhatian publik setelah beredar laporan kondisi makanan yang tidak layak konsumsi. Pihak penyelenggara, SPPG, telah menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut.
Insiden ini mencuat setelah adanya temuan pada menu makanan yang dibagikan kepada siswa. Informasi tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu kekhawatiran terkait kualitas serta pengawasan makanan di lingkungan sekolah.
SPPG menjelaskan bahwa pihaknya segera melakukan evaluasi internal untuk mengetahui penyebab kejadian. Langkah cepat juga diambil dengan menarik makanan yang bermasalah serta memastikan distribusi berikutnya memenuhi standar kebersihan dan keamanan.
Pihak sekolah turut berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Upaya ini dilakukan guna memastikan kejadian serupa tidak terulang dan kualitas makanan yang diberikan kepada siswa tetap terjaga.
Pengamat kesehatan menilai bahwa pengawasan terhadap makanan, terutama yang dikonsumsi oleh pelajar, harus dilakukan secara ketat. Standar kebersihan dan proses distribusi menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan.
Dengan adanya kejadian ini, diharapkan semua pihak dapat meningkatkan pengawasan dan kualitas layanan. SPPG berkomitmen untuk memperbaiki sistem serta memastikan program berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan.






