Jakarta, 2 September 2026 – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat mendorong Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) menghadirkan kompetisi yang berkesinambungan untuk menjaga perkembangan olahraga catur nasional. Kompetisi yang digelar secara rutin dinilai penting untuk memberikan ruang bagi atlet dalam menjaga kemampuan sekaligus meningkatkan pengalaman bertanding. Kejuaraan yang berkelanjutan juga dapat menjadi sarana untuk menemukan bibit-bibit baru dari berbagai daerah. KONI Pusat menilai pembinaan atlet tidak cukup hanya mengandalkan pemusatan latihan, tetapi perlu dilengkapi dengan kesempatan bertanding secara konsisten. Dengan demikian, perkembangan prestasi catur dapat berlangsung secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman menyampaikan dorongan tersebut dalam rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan perkembangan olahraga catur nasional. Menurutnya, Percasi memiliki peran strategis dalam memastikan olahraga catur terus berkembang dari tingkat daerah hingga nasional. Kompetisi yang terjadwal dan memiliki kesinambungan dapat membantu menciptakan sistem pembinaan yang lebih terukur. Atlet akan memiliki target yang jelas dalam mempersiapkan diri menghadapi setiap kejuaraan. Pada saat yang sama, pengurus dapat mengevaluasi perkembangan atlet berdasarkan performa yang ditunjukkan dalam pertandingan.
Ketersediaan kompetisi secara rutin juga dapat memberikan dampak positif terhadap regenerasi atlet. Atlet muda membutuhkan pengalaman bertanding untuk membangun kemampuan teknis, ketahanan mental, serta kemampuan mengambil keputusan di bawah tekanan. Pertandingan yang kompetitif memungkinkan pelatih mengetahui aspek permainan yang masih perlu diperbaiki. Dari proses tersebut, pembinaan dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan masing-masing atlet. Semakin banyak kesempatan bertanding, semakin besar pula peluang bagi atlet potensial untuk berkembang menjadi pemain berprestasi.
KONI Pusat juga melihat kompetisi sebagai bagian penting dari upaya memperluas basis olahraga catur. Kejuaraan tidak harus selalu diselenggarakan dalam skala nasional, tetapi dapat dikembangkan melalui berbagai tingkatan dan kategori. Turnamen daerah, antarklub, kelompok usia, hingga kejuaraan nasional dapat saling melengkapi dalam membentuk jenjang kompetisi. Pola tersebut memungkinkan atlet memiliki jalur yang jelas untuk meningkatkan level permainan. Pada akhirnya, sistem kompetisi yang kuat dapat membantu Indonesia mendapatkan lebih banyak pemain yang siap bersaing di tingkat internasional.
Percasi juga memiliki kesempatan untuk memanfaatkan perkembangan teknologi dalam memperluas penyelenggaraan kompetisi. Turnamen catur daring dapat menjadi pelengkap bagi kompetisi tatap muka, terutama untuk menjangkau pemain dari wilayah yang memiliki keterbatasan akses terhadap kejuaraan besar. Namun, kompetisi langsung tetap dibutuhkan karena memberikan pengalaman berbeda kepada atlet. Pertandingan tatap muka memungkinkan pemain menghadapi tekanan suasana kompetisi secara nyata. Kombinasi kedua format tersebut dapat memperluas kesempatan bertanding sekaligus membantu proses pencarian bakat dari berbagai wilayah.
Kompetisi berkesinambungan juga dapat meningkatkan daya tarik olahraga catur di tengah masyarakat. Turnamen yang berlangsung secara rutin akan membuat masyarakat memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengenal atlet dan mengikuti perkembangan prestasi mereka. Kejuaraan dengan kategori usia muda juga dapat mendorong sekolah, klub, dan komunitas untuk lebih aktif membina pemain. Semakin banyak lingkungan pembinaan yang terhubung dengan sistem kompetisi, semakin besar pula potensi munculnya talenta baru. Kondisi tersebut dapat memperkuat fondasi olahraga catur nasional dalam jangka panjang.
Selain pembinaan atlet, penyelenggaraan kompetisi secara rutin membutuhkan peningkatan kualitas sumber daya manusia pendukung. Wasit, pelatih, penyelenggara, dan perangkat pertandingan perlu memiliki kemampuan yang sesuai dengan standar nasional maupun internasional. Pengelolaan kompetisi yang profesional juga penting untuk menjaga kredibilitas hasil pertandingan. Dengan sistem yang tertata, atlet dapat berkonsentrasi pada pertandingan sementara penyelenggara memastikan seluruh aspek teknis berjalan dengan baik. Peningkatan kualitas ekosistem tersebut akan ikut menentukan perkembangan olahraga catur secara keseluruhan.
KONI Pusat berharap komunikasi dan koordinasi dengan Percasi terus diperkuat dalam menyusun program pembinaan. Setiap agenda kompetisi dapat diselaraskan dengan kalender pembinaan nasional sehingga atlet memiliki persiapan yang cukup. Evaluasi dari setiap kejuaraan juga dapat digunakan untuk menentukan kebutuhan latihan dan pembentukan skuad pada kompetisi berikutnya. Pendekatan tersebut akan membuat proses pembinaan tidak berjalan secara sporadis, melainkan memiliki kesinambungan dari satu periode ke periode berikutnya. Kolaborasi antara organisasi olahraga, pemerintah daerah, klub, pelatih, dan komunitas menjadi bagian penting untuk mewujudkan sistem tersebut.
Dengan menghadirkan kompetisi yang berkesinambungan, Percasi diharapkan mampu memperkuat jalur pembinaan atlet catur Indonesia. Turnamen rutin dapat menjadi tempat mengasah kemampuan, menguji hasil latihan, sekaligus menemukan pemain muda potensial. Program kompetisi yang terencana juga dapat membantu meningkatkan kualitas atlet sebelum mereka tampil pada kejuaraan tingkat Asia maupun dunia. Dorongan KONI Pusat tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem catur nasional yang lebih aktif dan kompetitif. Jika dilaksanakan secara konsisten, kesinambungan kompetisi dapat menjadi salah satu fondasi penting bagi peningkatan prestasi catur Indonesia di masa mendatang.






