Jakarta, 1 September 2026 – Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menunjukkan perkembangan positif sepanjang Januari hingga Juli 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisman ke wilayah tersebut secara kumulatif meningkat 12,88 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut menunjukkan Kepri masih menjadi salah satu pintu masuk penting wisatawan asing ke Indonesia, terutama karena kedekatan geografisnya dengan Singapura dan Malaysia. Tren peningkatan ini juga memperlihatkan aktivitas pariwisata Kepri tetap memiliki daya tarik di tengah dinamika perjalanan internasional.
Kepri memiliki posisi strategis dalam arus wisatawan mancanegara karena wilayahnya berada sangat dekat dengan pusat ekonomi dan pariwisata di kawasan Asia Tenggara. Akses melalui jalur laut dari Singapura dan Malaysia menjadi salah satu faktor yang memudahkan wisatawan asing datang ke Batam, Bintan, Karimun, maupun Tanjungpinang. Pada April 2026 saja, BPS mencatat 147.053 kunjungan wisman ke Kepri, sedangkan pada Mei jumlahnya meningkat menjadi 210.737 kunjungan. Kenaikan bulanan pada Mei mencapai 43,31 persen dibandingkan April, sementara secara tahunan meningkat 19,49 persen. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa pergerakan wisatawan asing ke Kepri masih berada dalam tren yang cukup kuat.
Kunjungan dari negara-negara tetangga masih menjadi salah satu penopang utama pariwisata Kepri. Singapura tercatat sebagai negara asal wisman dengan kontribusi terbesar, disusul Malaysia dan sejumlah negara lainnya. Pada April 2026, wisatawan asal Singapura mencapai 65.621 kunjungan atau sekitar 44,62 persen dari total kunjungan wisman Kepri pada bulan tersebut. Sementara wisatawan Malaysia tercatat sebanyak 30.884 kunjungan atau sekitar 21 persen. Kedekatan wilayah, tersedianya konektivitas kapal feri, serta biaya perjalanan yang relatif terjangkau menjadi beberapa faktor yang membuat wisatawan dari kedua negara tersebut rutin berkunjung ke Kepri.
Selain Singapura dan Malaysia, Kepri juga menerima kunjungan wisatawan dari berbagai negara lain. Pada April 2026, Tiongkok, India, Filipina, Inggris, Australia, Myanmar, Jepang, dan Korea Selatan termasuk dalam negara dengan jumlah kunjungan cukup besar. Keragaman asal wisatawan tersebut menunjukkan bahwa pasar pariwisata Kepri tidak hanya bergantung pada wisatawan dari negara-negara terdekat. Pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata memiliki peluang untuk memperluas promosi ke pasar internasional lain agar pertumbuhan kunjungan dapat dipertahankan. Diversifikasi pasar juga penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap perubahan kondisi ekonomi maupun kebijakan perjalanan dari satu negara tertentu.
Pertumbuhan jumlah wisman turut memberikan dampak terhadap sektor pendukung pariwisata, terutama akomodasi, transportasi, restoran, perdagangan, dan berbagai jasa wisata. Ketika jumlah wisatawan meningkat, kebutuhan terhadap hotel, tempat makan, kendaraan, pusat hiburan, serta destinasi wisata juga berpotensi bertambah. Pada Mei 2026, tingkat penghunian kamar hotel berbintang di Kepri tercatat 48,72 persen, meningkat dibandingkan April yang berada di level 46,60 persen. Peningkatan tersebut menunjukkan adanya hubungan antara pergerakan wisatawan dan aktivitas industri akomodasi. Namun, peningkatan kunjungan tetap perlu diikuti dengan kualitas pelayanan agar wisatawan mendapatkan pengalaman yang mendorong kunjungan kembali.
Batam dan Bintan menjadi dua wilayah yang memiliki peran penting dalam mendukung arus wisatawan asing ke Kepri. Batam terutama mendapatkan keuntungan dari akses langsung dengan Singapura serta konektivitas transportasi laut yang relatif padat. Sementara Bintan memiliki daya tarik tersendiri melalui kawasan resor, wisata pantai, dan berbagai aktivitas rekreasi yang menyasar wisatawan internasional. Pada Mei 2026, Batam menyumbang 169.477 kunjungan wisman atau sekitar 80,42 persen dari total kunjungan Kepri pada bulan tersebut. Bintan berada di posisi berikutnya dengan 25.087 kunjungan, kemudian Karimun 9.619 kunjungan dan Tanjungpinang 6.506 kunjungan.
Peningkatan kunjungan wisman juga menjadi peluang untuk memperkuat kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah. Aktivitas wisata tidak hanya menghasilkan transaksi bagi hotel dan destinasi, tetapi juga memberikan perputaran ekonomi bagi pelaku usaha kecil, pedagang, pengemudi transportasi, pekerja restoran, hingga penyedia jasa wisata. Karena itu, peningkatan jumlah kunjungan perlu diikuti dengan strategi agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Pemerintah daerah juga perlu menjaga kualitas destinasi, memperbaiki fasilitas umum, serta memastikan akses transportasi tetap nyaman bagi wisatawan. Upaya tersebut menjadi penting agar pertumbuhan pariwisata tidak hanya bersifat sementara.
Kinerja hingga Juli 2026 memperlihatkan bahwa Kepri masih memiliki prospek kuat sebagai salah satu gerbang wisatawan internasional Indonesia. Pertumbuhan kumulatif 12,88 persen menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, meskipun perkembangan kunjungan setiap bulan tetap dapat dipengaruhi musim liburan, kondisi ekonomi, dan kalender kegiatan di negara asal wisatawan. Penguatan promosi, peningkatan konektivitas, serta pengembangan atraksi wisata menjadi faktor penting untuk menjaga momentum tersebut. Dengan karakteristik sebagai wilayah kepulauan yang dekat dengan pusat wisata dan ekonomi regional, Kepri memiliki peluang untuk terus mengembangkan pasar wisatawan mancanegara. Pemerintah dan pelaku industri kini perlu memastikan peningkatan jumlah kunjungan berjalan seiring dengan peningkatan kualitas destinasi dan layanan pariwisata.





