Jakarta, 9 Mei 2026 – Proses identifikasi korban kecelakaan bus ALS yang terjadi beberapa waktu lalu masih menghadapi berbagai kendala. Tim forensik kini mengandalkan pemeriksaan sampel tulang merah sebagai salah satu harapan utama untuk membantu mengenali identitas korban yang kondisinya sulit dikenali secara visual.
Menurut pihak terkait, kondisi sejumlah korban mengalami kerusakan berat sehingga metode identifikasi biasa seperti pengenalan fisik dan sidik jari tidak dapat dilakukan secara maksimal. Karena itu, pemeriksaan DNA melalui sampel biologis menjadi langkah penting dalam proses pencocokan identitas.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) disebut bekerja secara hati-hati dengan mengumpulkan berbagai data pendukung, termasuk sampel dari keluarga korban. Proses ini membutuhkan waktu karena pemeriksaan laboratorium harus dilakukan secara detail untuk memastikan hasil identifikasi akurat.
Salah satu bagian yang menjadi fokus adalah sumsum atau tulang merah yang dinilai masih memiliki kemungkinan menyimpan material DNA yang dapat diperiksa. Metode tersebut sering digunakan dalam kasus kecelakaan berat ketika kondisi jasad mengalami kerusakan parah.
Keluarga korban hingga kini masih menunggu kepastian identitas anggota keluarga mereka. Banyak di antara mereka tetap bertahan di posko informasi sambil berharap proses identifikasi segera selesai agar pemakaman dapat dilakukan dengan layak.
Pihak rumah sakit dan tim forensik terus memberikan pendampingan kepada keluarga korban selama proses berlangsung. Selain dukungan informasi, bantuan psikologis juga disiapkan mengingat situasi emosional yang dialami keluarga sangat berat.
Kecelakaan bus ALS sebelumnya menjadi perhatian publik karena menimbulkan korban jiwa dan luka dalam jumlah besar. Proses evakuasi dan penanganan korban dilakukan oleh tim gabungan dari berbagai instansi sejak kejadian berlangsung.
Pengamat forensik menyebut identifikasi korban dalam kecelakaan besar memang sering menghadapi tantangan kompleks, terutama apabila terjadi kerusakan tubuh akibat benturan atau kebakaran. Karena itu, pemeriksaan DNA menjadi salah satu metode paling penting dalam proses identifikasi modern.
Pemerintah daerah dan aparat terkait memastikan seluruh proses penanganan korban dilakukan sesuai prosedur dengan mengutamakan ketelitian dan penghormatan terhadap para korban serta keluarga mereka.
Hingga saat ini, tim forensik masih terus bekerja untuk menyelesaikan proses identifikasi seluruh korban. Keluarga berharap hasil pemeriksaan dapat segera keluar sehingga mereka memperoleh kepastian dan dapat melanjutkan proses pemakaman secara layak.







