Jakarta, 4 Mei 2026 – Kinerja perdagangan luar negeri Indonesia kembali menunjukkan tren positif pada awal tahun 2026. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik mencatat neraca perdagangan sepanjang Januari hingga Maret 2026 mengalami surplus hingga Rp 96 triliun. Capaian ini sekaligus memperpanjang tren surplus menjadi 71 bulan berturut-turut.

Surplus tersebut didorong oleh kinerja ekspor yang tetap kuat, terutama dari sektor komoditas unggulan seperti batu bara, minyak kelapa sawit, dan produk manufaktur. Di sisi lain, impor tercatat masih terkendali meskipun terdapat peningkatan kebutuhan bahan baku dan barang modal untuk mendukung aktivitas industri dalam negeri.

Ekonom menilai tren positif ini mencerminkan daya tahan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian. Selain itu, peningkatan permintaan dari negara mitra dagang utama turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekspor Indonesia pada periode tersebut.

Pemerintah berharap tren surplus ini dapat terus berlanjut pada kuartal berikutnya. Berbagai kebijakan juga disiapkan untuk menjaga stabilitas perdagangan, termasuk diversifikasi pasar ekspor dan penguatan sektor industri dalam negeri agar semakin kompetitif di pasar global.