Bandung Barat, 8 September 2026 – Peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah Polri Angkatan ke-76 Tahun Anggaran 2026 menggelar kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan bantuan kepada masyarakat kurang mampu di Desa Langensari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa. Sebanyak 150 paket sembako disiapkan untuk membantu warga yang membutuhkan di wilayah tersebut. Penyaluran dilakukan melalui dua mekanisme, yakni penyerahan di Balai Desa Langensari serta pemberian langsung dengan mendatangi rumah-rumah warga. Cara tersebut dilakukan agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang mengalami keterbatasan untuk datang ke lokasi kegiatan. Kegiatan sosial menjadi salah satu bentuk kepedulian peserta didik Sespimma terhadap kondisi masyarakat di sekitar lingkungan pendidikan. Selain memberikan bantuan kebutuhan pokok, kegiatan tersebut diarahkan untuk membangun komunikasi yang lebih dekat antara kepolisian dan masyarakat. Para peserta didik juga memperoleh pengalaman langsung dalam melihat kondisi sosial warga di lapangan.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 16.00 WIB dengan Balai Desa Langensari menjadi titik utama pelaksanaan. Sejumlah warga yang telah menjadi sasaran penerima bantuan datang untuk mendapatkan paket sembako yang telah dipersiapkan. Setelah penyaluran di kantor desa berlangsung, peserta didik bersama jajaran Sespimma melanjutkan kegiatan dengan mendatangi beberapa rumah warga. Langkah tersebut terutama ditujukan kepada masyarakat yang dinilai membutuhkan tetapi tidak dapat hadir secara langsung. Pendekatan dari rumah ke rumah juga memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk berinteraksi dengan warga dalam suasana yang lebih dekat. Kondisi masyarakat dapat dilihat secara langsung sehingga kegiatan tidak berhenti pada penyerahan bantuan secara simbolis. Seluruh rangkaian berlangsung dengan tertib hingga paket yang dipersiapkan selesai disalurkan.
Kepala Sespimma Sespim Lemdiklat Polri Brigjen Pol Victor Togi Tambunan menjelaskan bakti sosial tersebut merupakan wujud kepedulian peserta didik Sespimma Angkatan ke-76 kepada masyarakat. Menurutnya, kehadiran Polri tidak hanya diharapkan dapat dirasakan melalui pelaksanaan tugas menjaga keamanan dan ketertiban. Kepedulian terhadap persoalan sosial masyarakat juga menjadi bagian penting dalam membangun hubungan antara kepolisian dan warga. Bantuan yang diberikan memang tidak dimaksudkan untuk menyelesaikan seluruh persoalan ekonomi penerima. Namun, paket kebutuhan pokok tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari warga kurang mampu. Victor juga berharap kegiatan semacam ini dapat memperkuat semangat berbagi di lingkungan peserta didik. Kepedulian sosial dinilai penting untuk ditanamkan kepada para perwira yang nantinya akan menjalankan berbagai tanggung jawab kepemimpinan di lingkungan Polri.
Sebanyak 150 paket sembako menjadi bantuan utama yang disalurkan dalam kegiatan tersebut. Penentuan penerima diarahkan kepada warga yang dinilai membutuhkan sehingga manfaat bantuan dapat lebih tepat sasaran. Sebagian paket diberikan kepada masyarakat yang berkumpul di Balai Desa Langensari, sementara paket lainnya dibawa langsung menuju kediaman penerima. Pola penyaluran tersebut sekaligus menghindari agar kegiatan hanya terpusat pada warga yang mampu datang ke kantor desa. Peserta didik terlibat langsung dalam proses distribusi dan komunikasi dengan masyarakat. Interaksi tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi sosial yang dihadapi warga di lingkungan sekitar. Bagi masyarakat penerima, bantuan diharapkan dapat mengurangi sebagian pengeluaran untuk kebutuhan pangan keluarga. Sementara bagi peserta didik, kegiatan menjadi sarana memahami kebutuhan masyarakat secara lebih konkret.
Bakti sosial tersebut turut dihadiri Brigjen Victor Togi Tambunan bersama jajaran pejabat utama Sespimma. Widyaiswara Kepolisian Madya Tingkat III Sespimma, para perwira penuntun, serta peserta didik Sespimma Angkatan ke-76 juga mengikuti rangkaian kegiatan. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan kegiatan sosial ditempatkan sebagai bagian dari proses pembinaan peserta didik. Pendidikan kepemimpinan kepolisian tidak hanya berhubungan dengan kemampuan manajerial maupun pengambilan keputusan. Seorang perwira juga dituntut mempunyai kemampuan membaca persoalan masyarakat yang nantinya dihadapi ketika bertugas. Pengalaman berinteraksi langsung dengan warga menjadi salah satu cara membangun kepekaan tersebut. Melalui kegiatan di Langensari, peserta didik dapat melihat bahwa pelayanan kepolisian memiliki dimensi sosial selain fungsi penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan.
Dalam proses pendidikan Sespimma, kegiatan pengabdian masyarakat memang menjadi salah satu bagian yang diarahkan untuk meningkatkan pemahaman peserta terhadap lingkungan sosial. Peserta didik didorong mengidentifikasi kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan kepolisian. Mereka kemudian dapat mempelajari akar persoalan serta menentukan bentuk kegiatan yang sesuai dengan kondisi masyarakat di lokasi kegiatan. Bantuan sosial, dukungan ekonomi, maupun kegiatan lain yang bersifat membantu dapat dilaksanakan berdasarkan kebutuhan dan kemampuan. Pendekatan tersebut membuat proses pendidikan tidak seluruhnya berlangsung melalui pembelajaran di ruang kelas. Peserta didik juga mendapatkan kesempatan menghadapi situasi sosial secara langsung. Pengalaman semacam ini diharapkan membentuk kemampuan komunikasi dan kepemimpinan yang lebih responsif ketika nantinya mereka kembali bertugas di satuan masing-masing.
Victor menekankan pentingnya menumbuhkan empati sebagai bagian dari pembentukan calon pemimpin di lingkungan kepolisian. Kemampuan memimpin tidak cukup hanya dibangun melalui penguasaan aturan, strategi, maupun kemampuan organisasi. Pemimpin juga perlu memahami kondisi masyarakat yang menjadi bagian dari lingkungan tugasnya. Kepedulian terhadap kelompok yang membutuhkan dapat membantu membangun cara pandang pelayanan yang lebih humanis. Karena itu, kegiatan bakti sosial tidak diposisikan semata sebagai agenda pembagian sembako. Proses bertemu dan berbicara dengan masyarakat mempunyai nilai pembelajaran tersendiri bagi peserta didik. Interaksi tersebut dapat memberikan pemahaman mengenai berbagai kondisi ekonomi dan sosial yang dihadapi warga. Pengalaman itu diharapkan menjadi bekal ketika peserta didik nantinya mendapatkan tanggung jawab kepemimpinan yang lebih besar.
Kegiatan di Desa Langensari juga menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan antara kepolisian dengan masyarakat. Hubungan yang baik dinilai penting karena berbagai persoalan keamanan dan ketertiban tidak dapat ditangani kepolisian tanpa dukungan warga. Komunikasi yang terbangun melalui kegiatan sosial dapat membuka ruang interaksi di luar konteks penegakan hukum. Masyarakat dapat melihat langsung peserta didik dan jajaran kepolisian hadir dalam kegiatan yang berhubungan dengan kebutuhan sehari-hari warga. Pada saat yang sama, anggota Polri dapat memperoleh pemahaman mengenai harapan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Hubungan dua arah tersebut menjadi salah satu fondasi pendekatan pemolisian yang mengutamakan kemitraan. Kepercayaan masyarakat juga perlu terus dibangun melalui pelayanan dan interaksi yang konsisten.
Pemilihan mekanisme penyaluran langsung ke rumah warga menjadi salah satu bagian penting dari kegiatan tersebut. Cara itu memungkinkan peserta didik mengetahui secara langsung kondisi penerima bantuan dan lingkungan tempat mereka tinggal. Bantuan juga dapat diterima masyarakat yang memiliki keterbatasan mobilitas maupun alasan lain sehingga tidak dapat hadir di balai desa. Dalam pelaksanaannya, peserta didik membawa paket sembako dan menyerahkannya kepada warga yang telah menjadi sasaran penerima. Kegiatan berlangsung tanpa hanya mengandalkan seremoni penyerahan bantuan di satu lokasi. Pendekatan tersebut diharapkan membuat manfaat kegiatan lebih terasa bagi masyarakat. Interaksi langsung sekaligus menjadi ruang bagi peserta didik untuk melatih kemampuan komunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat. Hal tersebut menjadi bagian dari pembentukan perwira yang mampu beradaptasi ketika menghadapi kondisi sosial berbeda.
Bakti sosial Sespimma Polri Angkatan ke-76 di Desa Langensari berakhir setelah seluruh rangkaian penyaluran bantuan selesai dilaksanakan. Sebanyak 150 paket sembako telah dibagikan melalui balai desa maupun langsung ke rumah warga yang membutuhkan. Sespimma berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi keluarga penerima sekaligus memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat. Bagi peserta didik, kegiatan menjadi bagian dari pembelajaran mengenai kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan profesional, tetapi juga kepedulian sosial. Nilai empati, komunikasi, dan kepekaan terhadap kondisi masyarakat diharapkan terus dibawa ketika para peserta didik kembali menjalankan tugas kepolisian. Kegiatan pengabdian masyarakat juga akan tetap menjadi salah satu sarana untuk mempertemukan proses pendidikan dengan realitas sosial di lapangan. Melalui pendekatan tersebut, calon pemimpin Polri diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional sekaligus memahami kebutuhan masyarakat yang mereka layani.






