Nusa Dua, 9 September 2026 – Tiga petenis Indonesia, Muhammad Rifqi Fitriadi, Anthony Susanto, dan Rafalentino Ali Da Costa, bersiap melanjutkan perjuangan tuan rumah pada babak utama seri kelima ITF World Tennis Tour M15 Amman Mineral Men’s World Tennis Championship 2026 di Bali Beach Country Club, Nusa Dua. Ketiganya berpeluang mengikuti langkah Nathan Barki yang lebih dahulu memastikan tiket ke babak kedua setelah meraih kemenangan pada pertandingan pembuka. Indonesia menaruh harapan besar kepada para wakilnya untuk mempertahankan momentum positif dalam turnamen yang mempertemukan pemain dari berbagai negara tersebut. Persaingan diperkirakan berlangsung ketat karena setiap pemain harus melewati lawan dengan karakter permainan dan pengalaman berbeda. Keberhasilan menambah wakil pada putaran berikutnya akan memperbesar peluang Indonesia bertahan lebih lama di sektor tunggal putra.
Nathan menjadi pemain Indonesia pertama yang memastikan tempat di babak kedua seri kelima setelah mengalahkan petenis Taiwan Kai-i Wang pada Selasa, 8 September. Petenis berusia 21 tahun tersebut tampil dominan dan menyelesaikan pertandingan dalam dua set langsung dengan skor identik 6-2, 6-2 hanya dalam waktu 54 menit. Sejak awal laga, Nathan berusaha membawa lawannya masuk ke dalam reli panjang sehingga Wang kesulitan memainkan pola yang diinginkannya. Strategi tersebut berjalan efektif karena petenis Taiwan itu beberapa kali melakukan kesalahan sendiri ketika berada dalam tekanan. Kemenangan meyakinkan tersebut menjadi modal penting bagi Nathan untuk menghadapi tantangan yang semakin berat pada putaran berikutnya.
Nathan mengaku dapat memainkan pertandingan dengan nyaman dan relatif rileks karena strategi yang telah dipersiapkan bersama tim pelatih berjalan sesuai rencana. Kemampuannya mempertahankan konsistensi sepanjang pertandingan membuat Wang tidak memperoleh banyak kesempatan untuk mengembangkan permainan. Hasil tersebut juga melanjutkan performa positif Nathan setelah pada seri keempat pekan sebelumnya mampu menembus perempat final. Pada seri tersebut, ia bahkan mengawali perjalanan dengan menyingkirkan unggulan kedelapan Pablo Perez Ramos asal Spanyol melalui pertandingan tiga set 6-2, 2-6, 6-4. Pengalaman menghadapi pertandingan ketat pada seri sebelumnya membuat Nathan semakin matang dalam mengatur tempo dan mempertahankan fokus ketika berada di bawah tekanan.
Kini perhatian beralih kepada Rifqi Fitriadi yang memasuki seri kelima dengan status unggulan kedua. Posisi tersebut membuat Rifqi menjadi salah satu pemain Indonesia yang memiliki peluang besar untuk melangkah jauh, tetapi status unggulan sekaligus membawa tuntutan untuk menjaga konsistensi sejak pertandingan pertama. Pengalaman Rifqi di berbagai turnamen internasional diharapkan menjadi keuntungan ketika menghadapi tekanan pada babak utama. Ia perlu menjaga efektivitas servis sekaligus mengendalikan reli agar tidak memberikan kesempatan kepada lawan mengambil inisiatif permainan. Keberhasilan Rifqi melewati pertandingan pembuka akan membuat Indonesia mempunyai tambahan kekuatan penting di babak kedua bersama Nathan.
Anthony Susanto juga menjadi salah satu wakil yang diharapkan mampu mengikuti langkah Nathan. Petenis berusia 29 tahun tersebut datang dengan pengalaman panjang dan sebelumnya memperlihatkan permainan solid pada seri keempat ketika menundukkan Hitesh Chauhan asal India dengan skor 6-4, 6-1. Anthony sempat mendapatkan perlawanan cukup ketat pada set pertama sebelum meningkatkan tekanan dan mendominasi set berikutnya. Perjalanan Anthony pada seri keempat akhirnya mempertemukannya dengan Nathan di babak kedua sehingga Indonesia saat itu sudah memastikan satu tiket menuju perempat final. Pada seri kelima, Anthony kembali memperoleh kesempatan tampil di babak utama melalui fasilitas wild card dan berusaha memanfaatkan peluang tersebut untuk mencatatkan hasil positif.
Harapan berikutnya berada pada Rafalentino Ali Da Costa yang menjadi salah satu talenta muda Indonesia paling menarik dalam rangkaian turnamen di Bali. Petenis berusia 16 tahun tersebut menunjukkan mental bertanding kuat pada seri keempat ketika menghadapi Shanker Heisnam dari India. Rafalentino sempat tertinggal jauh 1-5 pada set pertama sebelum bangkit menyamakan kedudukan 5-5 dan kemudian merebut set tersebut 7-5. Momentum itu membuatnya semakin percaya diri hingga mendominasi set kedua dengan skor 6-0 dan menyelesaikan pertandingan hanya dalam 1 jam 14 menit. Penampilan tersebut menunjukkan kemampuannya melakukan penyesuaian permainan sekaligus mempertahankan ketenangan ketika menghadapi situasi sulit.
Rafalentino juga membawa modal bagus dari sektor ganda putra bersama Ethan David Zapp. Pasangan muda Indonesia tersebut menjadi finalis pada seri keempat dan kembali memperlihatkan konsistensi ketika memasuki seri kelima. Mereka sudah memastikan tiket perempat final setelah mengalahkan Anthony Susanto yang berpasangan dengan petenis Taiwan Yan Chen Cheng melalui dua set 6-2, 7-5. Permainan agresif serta pengembalian servis yang efektif menjadi salah satu faktor penting dalam kemenangan tersebut. Hasil positif di nomor ganda diharapkan ikut meningkatkan kepercayaan diri Rafalentino ketika kembali menjalani pertandingan tunggal.
Perjuangan para pemain Indonesia pada babak utama menjadi semakin penting setelah tiga wakil tuan rumah sebelumnya gagal memperoleh tiket melalui jalur kualifikasi. Ethan Jake Frans, Ethan David Zapp, dan Kareem Abdul Hakim harus terhenti pada final kualifikasi setelah menghadapi lawan yang lebih berpengalaman dan memiliki peringkat ATP lebih tinggi. Ethan David kalah dari Shanker Heisnam 2-6, 3-6, sedangkan Ethan Jake memberikan perlawanan sengit sebelum menyerah kepada Stefan Menichella 6-7 (3), 3-6. Kareem juga harus mengakui keunggulan Matthew Shearer asal Selandia Baru dengan skor 2-6, 5-7. Hasil tersebut membuat tumpuan Indonesia di undian utama sektor tunggal berada pada Rifqi, Anthony, Nathan, dan Rafalentino.
Dengan Nathan sudah berada di babak kedua, hasil pertandingan Rifqi, Anthony, dan Rafalentino akan menentukan seberapa besar kekuatan Indonesia yang tersisa dalam persaingan tunggal seri kelima. Turnamen di Bali tersebut tidak hanya memberikan kesempatan mengumpulkan poin dan pengalaman internasional, tetapi juga menjadi ruang penting bagi pemain muda Indonesia untuk menguji kemampuan menghadapi petenis dari berbagai negara. Performa Nathan yang mampu menang meyakinkan menjadi dorongan bagi tiga rekannya untuk mencatatkan hasil serupa. Bagi Rafalentino, kesempatan ini juga menjadi bagian penting dari proses transisi dari level junior menuju persaingan senior yang lebih kompetitif. Indonesia kini berharap momentum yang telah dibuka Nathan dapat berlanjut sehingga lebih banyak wakil Merah Putih tampil pada babak kedua ITF M15 Bali.






